Secuil kisahku

Hallo, perkenalkan namaku aca, aku lahir disalah satu provinsi jawa , yapp dan emang aslinya orang jawa.. disini aku akan membagikan secuil kisahku untuk menghilangkan rasa ketakutan dalam hidupku dengan cara menulis.
Aku merupakan anak pertama dari keluarga yang sangat sederhana, aku berumur 22 tahun, dan sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi swasta di kota j***a. Singkat cerita hidupku berubah sangat jauh, dari aku yg awalnya seorang gadis ceria, tenang, polos dan sangat aktif menjadi seorang yang pendiam, introvert, dengan segala kekuranganku aku mempunyai trust isue dengan seseorang, ditambah sakit mental bawaanku yaitu anxiety + panic attack.
Aku mempunyai seorang yang bisa dibilang berpengaruh dalam kehidupanku, selain orang tuaku yash yaitu pasanganku. Dimana aku sangat sayang   melebihi dari apapun yang aku punya di hidup aku. Kata orang orang mencintai pasangan harus sewajarnya bukan? Kata wajar emang terlihat mudah buat pelafalannya tetapi untuk diri yang tidak bisa mengkontrol semua perasaan dalam tubuh tidak bisa disalahkan.
Memang semua berawal dari diri aku sendiri, aku memaksakan sebuah hal yang tidak sesuai dengan porsinya dan bisa dibilang egoku lebih tinggi dalam hal ini.  
Disaat pasanganku mulai tidak bisa menerima aku,    aku selalu menyalahkan diriku. Aku mengharuskan           
 diriku untuk sempurna, bodoh sekali ya hahaha . Padahal manusia tidak pernah bisa sempurnaaa. Tapi apalah daya namanya juga orang usaha. 

Tentang kehilangan? Aku sudah kehilangan banyak hal di kehidupanku, aku kehilangan masa mudaku yang ceria, aku kehilangan arah kehidupan.
Hidupku mulai hancur saat aku ditinggal pergi oleh seseoraang yang mengasuhku dari kecil sampai aku remaja yaitu kakek nenekku, mereka adalah orang yang sangat menyayangiku melebihi dari apapun, aku merupakan cucu pertama mereka jadi wajar jika 
seorang kakek nenek yang menyanyangi cucunya.
Setelah kakek nenek meninggal singkat cerita bulan agustus tepat pada usiaku 21 tahun dimana dimulai kehidupanku yang sebenarnya.
Aku merasa kehilangan orang yang menyayangiku, aku sudah tidak bisa menemuinnya sampai kapanpun. Disitulah dimulai aku merasa aku hampa, aku tidak punya tempat cerita, dan tidak punya siapa". Terus orang tuanya manaa? Yaa bapak ibuk emang masih ada alhamdulillah, kenapa ngga ke mereka aja? Disini aku mulai 21 tahun dari aku kecil sampai sekarang aku 
hidup banyak diasuh oleh kakek nenekku, sehingga aku tidak terlalu dekat dengan orang tuaku. Aku kehilangan hidupku yaa disitu aku hancur sampai sampai aku menemukan sosok lelaki yang bisa dibilang baru pertama kali aku ketemu aku sudah terpikat olehnya, entah itu cuma terpikat dengan kata kata manisnya saja atau emang hatiku yang sudah tergerak untuk berkata, ya ini dia. Sampailah aku percaya bahwa lelaki ini membawa kebahagiaan dihidupku, aku sangat menggantungkan kebahagiaanku kepadanya sampai sampai aku sudah lupa jika aku punya aku. 

Pertama kali aku kehilangan hal yang sangat berarti dalam kehidupanku, aku bodoh? Ya sekali lagi aku bodoh. Aku sakit hati sampai" aku terjun ke dunia kenakalan remaja yang awalnya aku tidak tahu menahu tentang itu dan akhirnya aku masuk ke lingkaran setan dan gabisa keluar. 

Dari kejadian itu aku benar benar merasakan hancur dalam kehidupan mudaku, aku tidak tau mau menceritakan kisahku kesiapa, oranglain? Gaada orang 
yang benar" peduli.

Aku sakit sendirian, pasanganku? Entahlah mungkin dia juga merasakan hal yang sama yaitu kesakitan. Aku sakit akibat ulahku, aku tidak menyalahkan siapapun dari kejadian yang sudah terjadi didalam hidupku, aku ingin mengikhlaskan semuanya tanpa rasa dendam,marah,benci kepada pihak siapapun. Andai saja dari dulu aku perempuan yang pintar pasti kehancuran tidak akan pernah terjadi didalam hidupku. But, maybe emang ini sudah TAKDIR yang dirangkai TUHAN 
untuk hidupku dan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran. 

Sokay sampai sekarang aku berusaha mencoba buat ikhlas ngejalani itu semua, tapi terkadang hal" yang tidak mengenakkan selalu muncul di dalam kepala, ketika hal itu muncul yang ada di pikiranku yaitu cemas,khawatir,ketakutan yang berlebihan sampai" aku menyakiti diriku sendiri. Yang tau apa yang aku rasakan cuma diriku sendiri, yang tau bagaimana aku cuma aku sendiri , bahkan orang terdekatku tidak tau 
itu


Sebagai perempuan seharusnya aku sadar dan lebih bisa menghargai diri sendiri, rasa sakit tiap waktu makin bertambah dengan munculnya emosi emosi masalalu yang aku pendam dan tidak bisa tersalurkan kemanapun, sudah resiko bukan jika perempuan lebih memakai perasaannya dibanding logika untuk mencintai seseorang dalam menjalani kehidupannya yang di dapat ujung ujungnya kesakitan. Bodoh?? Ya 
aku akuin emang bodoh, sampai sampai aku berfikir kenapa ya aku bisa sebodoh ini dengan bertambahnya usiaku? Kenapa ya aku belum bisa sedewasa pemikiranku? Padahal disisi lain umurku sebenarnya sudah cukup buat aku berfikir dewasa.
Aku tidak menyalahkan Tuhan dengan memberiku ujian yang menurutku aku sudah tidak kuat untuk ngejalaninya, rasanya ingin selesai saja tapi aku juga tidak sanggup untuk menutup buku kehidupanku. Aku bimbang , aku semakin jauh dari TUHAN 
Aku berfikir mungkin Tuhan memberi aku masalah yang bertubi tubi kepadaku memang aku yang dipilih yang kuat buat ngejalani ini semua hehehe, dan aku tau ini merupakan teguran dari Tuhan bahwa dia memberi tau "jangan lupakan aku, kembali padaku seperti dulu,kamu sudah terlalu jauh melupakan aku jadi aku bikin berantakan hidupmu".

Buat orang orang yang selalu support aku sampai sekarang terimakasih buat kalian semua, yang awalnya aku merasa hidupku sudah tidak ada berharga, dengan adanya kalian aku sadar aku berharga aku layak dicintai dengan benar.

Timaacii gesss, wes mocone ojo sepaneng" wkkwk ☺️



Komentar